hey yang di sana!

aku kangen kamu hey yang disana! yang enggan buatku nangis karna sedih dan sakit, namun karna bahagia dan cinta. hey yang di sana, sudah sampai mana lupain aku? aku teringat kamu terus tiap orang bikin aku nangis dan luka.

i love you like a love song

dear honey, i always wanna go home early just because i know there's u inside.

The Raid: THE BEST!


Orang Indonesia wajib berbangga hati atas hadirnya film yang satu ini, The Raid: Redemption. Sebuah film nasional garapan Gareth Evans yang berhasil bawa harum nama perfiman kita untuk jadi sorotan dunia. Film The Raid ini emang bukan simbol kebangkitan film nasional, tapi ini udah sangat sukses ngasih angin segar ke kita yang selama ini melulu disuguhin film-film suster-susteran dan pocong-pocongan. Akhirnya, The Raid bisa balikin kepercayaan bangsa ini untuk ngga cuma nganggap film holywood doang yang keren, tapi film-film kita juga. Bukti kekerenan film ini, udah 2 international awards bergengsi yang berhasil dibawa pulang yaitu Midnight Madness Award di Toronto International Film Festival (TIFF) 2011 dan Dublin Film Critics Circle Best Film and Audience Award diJameson Dublin International Film Festival (JDIFF) 2012 (cited in wikipedia). Bahkan di situs film tersohor like IMDb, ratingnya udah 8.4 stars out of 10. Keren!

Buat yang belum nonton, boleh deh dikasih spoilernya sedikit. Plot dari film ini cukup simpel, tapi lumayan bikin kita penasaran karna ada beberapa misteri yang emang sengaja di simpen di akhir-akhir scene, biar lebih greget, kalau kata Mad Dog. Isinya menceritakan tentang sebuah misi yang dirancang oleh letnan Wahyu (Pierre Gruno) dan ditugaskan kepada team SWAT bawahan sersan Jaka (Joe Taslim) yang ternyata hanya untuk kepentingan letnan Wahyu sendiri. Mereka menyusup ke markas besar seorang mafia dan pembunuh berdarah dingin bernama Tama (Ray Sahetapy) di sebuah apartemen kumuh di salah satu sudut kota Jakarta. Ditengah-tengah misi itu, mereka malah terjebak di apaertemen tersebut. Satu persatu mulai mati dibunuh pasukan Tama yang terlalu banyak dan sebagian yang belum mati tidak bisa keluar dari gedung itu. Namun Rama yg diperankan oleh si ganteng Iko Uwais menunjukan keberaniannya untuk bisa keluar dari sana dan melawan pasukan Tama dengan beladirinya yang macho abis. Pada akhirnya, dengan kekuatan team SWAT yang tinggal seadanya, mereka harus menghadapi Mad Dog (Yayan Ruhian) dengan deadly fighting skill nya, Tama dengan ruthless heartnya dan Andi (Donny Alamsyah) yang ternyata kakak kandung dari Rama. Penasaran? Tonton aja ya.. Sedikit bocoran lagi nih, yang istimewa dari film ini adalah sentuhan action and thriller yang udah holywood banget deh! Cinematography dan music scorenya mendukung banget buat kita tegang dari awal sampai akhir. Ditambah acting para starsnya yang 4 jempol apalagi the leading actor Iko Uwais. Anyway, pasti setuju dong kalo Iko kita kasih award "The Hottest Actor of The Year"? hihihi

By then, apalagi sih yang harus dibuktiin kalo film-film lokal kita patut kita banggain? Nah, sekarang tinggal kita yang buktiin kalo kita punya apresiasi yang besar terhadap karya anak bangsa dengan menontonnya. The Raid, The best deh!

people talk about success, the actual thing they wanna say is MONEY

Zaman sekarang, mana ada sih orang yang ngga suka uang? Sebab, di dunia ini ngga ada lgi yang gratis kecuali kentut. Apa-apa bayar! Dan mungkin kalo ada orang yang bisa mengelola kentut jadi sebuah bisnis, ya mati lah kita kalo kita kentut nanti harus bayar!

Anyway, ngomongin duit (lebih asik bilang 'duit' daripada 'uang', looks kinda more friendly with 'em :p), biasanya emang dikait-kaitkan dengan kesuksesan kita. The more money you earn, the more successful you look like. Sekilas emang bener sih ya. Kita melihat orang sukses itu biasanya dari apa yang udah mereka punya. Name it: rumah, mobil, gadget dan semua benda-benda yang bisa kita asumsikan sebagai perwakilan bukti kesuksesan mereka. Ngga heran kan sekarang banyak banget member salah satu MLM ternama yang mesti foto depan mobil yang katanya mereka dapat setelah join 3 bulan atau difoto bareng duit yang merah-merah biru-biru dibentuk kipas buat ngasih tau orang "ini lho, gue, SUKSES!". That's the deal. People talk about succes while the exact thing they wanna say is money. Emang ada benernya juga sih, sekalinya kita punya uang, bahkan dunia bisa kita beli. Ngga akan ada yang bisa bikin kita lebih sukses lagi kalau kita udah menguasai dunia dengan duit kita.

Tapi kok gue ngeliatnya dari sudut pandang yang beda ya? gue sendiri ngga menilai kesuksesan itu dari berapa uang yang gue dapet dan apa yang bisa gue beli dari uang itu. Menurut gue sukses itu adalah saat gue punya goal dan gue berhasil. Mungkin beda ya gimana cara orang menuliskan goal-goal mereka. Ada orang-orang yang goalnya bisa beli "bumble bee" dari uang mereka sendiri ada yang beli pulau. But me, selalu merasa sukses saat goal-goal gue seperti masuk perguruan tinggi negri, lulus kuliah, dan bikin karya-karya yang bisa dinikmatin orang itu tercapai. That simple! Sekarang kebanyakan orang kerja keras bikin pencitraan buat bikin orang lain percaya kalo mereka itu SUKSES. Sampe-sampe, beberapa saksi mata bilang, kalo member-member salah satu MLM ternama itu suka hunting mobil orang parkir dan mereka foto didepannya buat dipajang di banyak medsos, cuma buat bikin orang percaya kalo mereka udah sukses. Ya gue sih percaya- percaya aja kalo mereka sukses, sukses ngibulin diri sendiri.

Banyak juga orang yang menganggap kesuksesan itu gampang didapat meskipun mereka ngga selesain kewajiban sekolahnya. Bilangnya "BIll gates aja jadi orang paling kaya di Amerika meski dia nggak lulus dari Harvard uni. Atau role models lainnya seperti Thomas Edison, Harry S. Truman or William Faulkner yang ngga sekolah tinggi-tinggi tapi masih bisa sukses!". It's different, dude! They have their own extra potential. Sedangkan orang-orang yang keliatannya ninggalin kuliah buat bisnis MLM ngga jelas, it is not worth it! Karna, kalau potensinya bukan di situ, pas jatuh mereka pasti bingung mau lari kemana. Gue juga ngga pernah kagum tuh sama orang sekeliling gue yang cuma banyak duitnya tapi ngga ada ilmu dan karya yang bisa dibagi ke gue. There is someone. sosok orang yang paling gue kagumi, dan udah bikin banyak karya, dan lulusan S3, dan otaknya yang udah wajib banget dikasih piala oscar, which is my supervisor in college. Dia role model Of success versi gue.

Makanya, Gue sendiri belum bisa dibilang sukses sama orang kalo orang cuma liat dari banyaknya duit yang udah gue dapet. Gue belum bikin karya apa-apa yang originally made by me and people can appreciate it. Gue ngga menghasilkan apa-apa yang gue rasa gue berpotensi di bidang itu. But i am working on it actually. ;)

And Anyway, kalo kesuksesan itu dinilai dari uang, kebayang dong tingkat suksesnya koruptor selevel apa?

end.

someone just told me i'm talented

it's actually a friend, a very best friend. dia orang yang paling bisa gue pegang kata2nya. semua yg dia bilang, it's true. Tapi kenapa ya gue merasa kata-kata itu terlalu berlebihan buat dilontarin ke orang kaya gue? Well, maybe I am talented. But there are still a lot of people who are more talented than me, so i cant do nothing. This is the worst phase of my life. I am broke, i cant be dependable, and im just a lil piece of a broken bowl, just like that.

am i really talented? if so, where is my masterpiece which people can enjoy? zero el zippo!

YOUR EX-s ARE YOUR MISTAKES

Let's count ‘em! How many ex you have till now?
5? 10? 20? atau jumlah mantan kamu matching sm umur kamu? when ur age is 23 so ur ex are 23 too. how funny! sering banget kita temui kejadian dimana jumlah mantan menjadi patokan dari kesuksesan seseorang dalam pergaulan dan major concern dari kriteria home coming king/queen di kampus kita! kealamin banget nih sama gue, hits abis deh rasanya kalo bisa bilang ke temen-temen sejawat jumlah mantan kita, dan kita yang megang rekornya. Meskipun mantan gue masih keitung jari, sering kali itu menjadi patokan level kesuksesan gue sebagai cewek yang ngga cupu-cupu amat. Kebayang dong orang yang semasa hidupnya punya mantan lebih banyak dari jumlah kakinya kaki seribu? Juara Nasional! BHANGGHA BHANGGET pasti (QOLQOLAH mode on). wajar lah kalo suatu saat piagam penghargaan "mantan pacar terbanyak" dari GUINESS BOOK OF RECORD nampang di tembok rumahnya -___-

But let's see this through another glasses. Coba kamu jedot-jedotin kepala ke benda keras apapun sampe kamu ngerasa otak kamu agak geser dikit, like I did, kamu akan sadar betapa bodohnya kamu sempet mikir kalo Guiness Book of Record bakal bikin penghargaan "Mantan Pacar Terbanyak" dan betapa buruknya standar pergaulan anak bangsa Indonesia ini, dan betapa pesatnya harga cabe naik ibu-ibu! :( Yeah, fokus. kertas-kertas itu terlalu suci untuk kamu nodai dengan coretan-coretan "list mantan gue" yang kamu pamer-pamerin ke orang-orang! Suatu hari, saat kamu menemukan seseorang yang istimewa dan gak akan pernah jadi mantan kamu, kamu akan jedot-jedotin kepala kamu ke tembok sampe otak kamu miring dikit, like i did, kamu sadar bahwa mantan-mantan kamu itu cuma potongan-potongan scene ga penting yang seharusnya kamu skip fast-forward-32x sampe kamu nemuin scene terbaik saat kamu mulai ngejalani hidup with ur Mr. Right guy. Akhirnya kamu mulai menghitung, berapa kali kamu nangisin orang yang salah, pegangan tangan sama orang yang salah, cium bau ketek orang yang salah, and everything that has to do with ur ex is automatically a mistake. If u start to count the sum of ur ex, u'll begin to know how many times u made mistakes.



YESSS, my ex-boyfriends are my mistakes too. Gak tau lagi deh gimana nyeritainnya. Yang jelas, dari beda-beda kepala itu, endingnya sama aja, SALAH.
know whats the point? Banyak mantan itu ga bisa jadi patokan kesuksesan kamu dalam pergaulan tapi patokan kamu melihat kesalahan di masa lalu yang ga mesti kamu ulangin lagi di masa depan sama orang yang ga akan pernah jadi mantan kamu. then again, kita gak akan tau mana yang bener sebelum kita tau mana yang salah kan? :)


XOXO

Long Live General!

It's been a long time ya ngga nulis di blog ini lagi? Hehe. Maklum, sekarang saya punya kesibukan baru yang bener-bener nyita waktu, tenaga dan pikiran. Sampe-sampe, update blog aja gak sempet. But it's fun! Semua hal yang saya korbankan tadi membuahkan hasil yang kelampau cukup untuk ukuran mahasiswa (yg gak lulus-lulus) seperti saya :D. Honestly, since I'm dealing with this, I dont need any fund from my parents! It's officially stopped. Penghasilan yang biasa saya dapet dari kerja serabutan sana sini paling cukup buat belanja-belanja baju aja. Tapi pekerjaan yang ini, CUKUP. DAHSYAT. And first of all, I thank God for His bless. O:)
Selalu besyukur atas semua yang Ia beri.

But on the top of everything, ini bukan soal uang. Pengalaman yang saya dapet dari pekerjaan ini jauh lebih mahal harganya! Anyway, kerja apa sih?
Sebagian orang pasti udah tau, bagi yang belum tau... bolehlah ai kasi sikit bocoran :P
I'm now a GENERAL OF #MAICIH *capslocked as the pride.
Why should I be so proud? Mengintip kembali catatan blog saya tanggal 21 maret yang lalu (you may read it :p http://bit.ly/ii7sPR), dengan begitu bangganya saya sebagai #icihers membuat tulisan "Maicih bikin tericih-icih". Dan lewat 2 bulan lebih, I'm writing here as the GENERAL. Can you imagine how fast it changed? Semua ini terdengar agak instan memang, tapi saya akan kasih kamu banyak alasan kenapa kamu ngga boleh bilang ini "instan"!

Semua ini berawal dari rasa kapok saya untuk ngantri berjam-jam buat dapetin sebungkus maicih. Saya yakin, kalo saya jadi jendral, saya bisa makan maicih setiap hari dengan gampang. Akhirnya, pas ada pembukaan penerimaan jendral batch 1 untuk luar Bandung, saya ikutan. Modal CV dan foto (ngambil dari Facebook), saya disms emak untuk ikut interview. Woohooooo... Singkat cerita, saya diterima bareng cajend batch 1 lainya. Dari situ dibuatlah sebuah forum di group BB yang beranggotakan kami (cajend batch 1, dan sebagian petinggi. And we were being freak together on the forum. We make friends, know each other, talking about everything absurd, and we're just like... A family. That's the first thing money cant buy, peeps. Cuma disitu kami bisa berbuat anonoh sama papres, pangjend, pak menhub, ooopsss. :D Pokoknya, tiap hari ngga bisa tidur nyenyak kalo gak nge-group dulu. Ketawa-ketiwi kayak orang gila sambil pegang BB. Dan semakin absurd, kami melabeli diri kami sebagai jendral #PKK (gak perlu tau kepanjangannya ya.. hehe). Bukan cuma ngegroup geje, hampir tiap malem juga si emak selalu bikin kuis yang ngga jarang bikin kita ketar-ketir dan pusing 7 keliling. Buat cari jawabannya, kami kerjasama sampe titik darah penghabisan. That's the moment. And it comes to love, between us. :_) *ngusap air mata doeloe *lebay

Finally, untuk mendapatkan gelar jendral, kami diwajibkan untuk ikut training camp di daerah lembang. Orang2 pasti berpikir kami cuma camp buat fun kayak summer camp biasa. In fact, training camp yang kami ikuti sama persisnya dengan training camp buat ngelatih TNI. No pict Hoax! Oke, I'll give you the pic.






photos by: jendral @diazibrahim

Ini yang bikin saya bangga buat bilang: "Jadi jendral Maicih itu gak gampang". It's not as instant as it seems. Di training camp kami betul-betul dilatih gimana cara membentuk pribadi yang kuat dan tangguh. Nampak lebay ya? Tapi menurut saya berguna banget. Karna jualan maicih bukan cuma sekedar jualan keripik atau gurilem atau seblak doang! Jualan maicih means you sell the pride of it. So, we should be COOL for any kind of consequences. Harus tahan banting nerima semua rintangan yang ada. *pasang kaca mata. Yang terpenting adalah, training camp batch 1 ini bikin kami merasa semakin erat seperti lebih dari sebuah keluarga. Kalo diceritain satu-satu, kehabisan page nanti. Hehehehe

Yang pasti saya cuma berbagi pengalaman aja. Sekarang sehabis jadi jendral, saya mulai dikenal orang terutama untuk wilayah 3 Cirebon. Tiap hari dikejar-kejar. *nyisir *pasang kacamata item. Tapi sebenernya yang dicari bukan saya, melainkan #Maicih. :___(

LONG LIVE GENERAL!